Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan saat ini Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sudah tidak kebingungan menyalurkan dana Rp 200 triliun yang ditaruh pemerintah. Ia mengatakan, permintaan kredit mulai meningkat, menandakan kebijakan tersebut mulai berdampak positif ke ekonomi.
Dana sebesar Rp 200 triliun yang berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebelumnya ditempatkan di Bank Indonesia, lalu dialihkan ke Bank Mandiri, BNI, BTN, BRI, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
“Setahu saya enggak ada (yang kebingungan), karena demand-nya juga mulai naik. Kalau kemarin kan di Mandiri pertumbuhan kreditnya udah hampir 11 persen kan, rebound dari 8 persen. Itu tanda awal bahwa kebijakan yang Rp 200 triliun sepertinya mulai berdampak ke ekonomi,” kata Purbaya ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/10).
Ia optimistis ke depan dampak kebijakan ini akan lebih signifikan terhadap perekonomian. Purbaya juga berencana melakukan kebijakan serupa ke pemerintah daerah (Pemda) melalui bank daerah seperti Bank DKI. Purbaya menjelaskan, realisasi penyaluran dana belum mencapai 100 persen karena proses pencairan kredit tidak bisa dilakukan sekaligus, melainkan bertahap.
Dana sebesar Rp 200 triliun yang berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebelumnya ditempatkan di Bank Indonesia, lalu dialihkan ke Bank Mandiri, BNI, BTN, BRI, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
“Setahu saya enggak ada (yang kebingungan), karena demand-nya juga mulai naik. Kalau kemarin kan di Mandiri pertumbuhan kreditnya udah hampir 11 persen kan, rebound dari 8 persen. Itu tanda awal bahwa kebijakan yang Rp 200 triliun sepertinya mulai berdampak ke ekonomi,” kata Purbaya ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/10).
Ia optimistis ke depan dampak kebijakan ini akan lebih signifikan terhadap perekonomian. Purbaya juga berencana melakukan kebijakan serupa ke pemerintah daerah (Pemda) melalui bank daerah seperti Bank DKI. Purbaya menjelaskan, realisasi penyaluran dana belum mencapai 100 persen karena proses pencairan kredit tidak bisa dilakukan sekaligus, melainkan bertahap.
- Категория
- Банки кредиты
Комментариев нет.









